Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat

Pegiat Kehutanan Masyarakat Bersama Meraih Peluang

: 2010-03-22 13:54:47

Pegiat Kehutanan Masyarakat Bersama Meraih  Peluang

Perubahan iklim adalah isu nyata yang dihadapi oleh dunia tempat kita tinggal saat ini. Kehutanan masyarakat digadang-gadang sebagai salah satu upaya yang bisa berkontribusi dalam sebuah skema perubahan iklim yang disebut REDD+ (Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation plus). Karena kontribusi itulah para penggiat KM (kehutanan masyarakat) baik fasilitator maupun pihak pemerintah dan LSM perlu membagi pemahaman dan pengalaman mengenai isu perubahan iklim.

Dalam seminar sehari yang menghadirkan empat narasumber penggiat perubahan iklim dan kehutanan masyarakat, terdapat satu kesimpulan besar bahwa, ada atau tidak ada skema REDD+, upaya pelestarian hutan melalui kehutanan masyarakat harus terus terlaksana. Sedangkan penurunan emisi adalah efek global yang bisa dikontribusikan oleh kehutanan masyarakat.

Dalam persentasinya, Diah Rahardjo mengatakan perubahan iklim adalah sebuah fakta yang kemudian menjadi isu politik karena banyak disembunyikannya angka ril. Isu ini akan membuat banyak pihak berharap banyak pada pendanaan. Karena itu fasilitator di lapangan harus bisa menjadi pencegah para broker yang akan membuat sistem penjualan karbon menjadi sebuah sistem ijon yang pasar (share)-nya belum jelas.

Sedangkan Bernard Steni mengingatkan bahwa skema REDD+ adalah sebuah konsep penghijauan dan rehabilitasi yang sudah dirintis sejak tahun 1970-an. Yang harus diperhatikan adalah Kebijakan pengaman agar skema yang dikembangkan untuk mengatasi dampak perubahan iklim tidak mengancam manusia.

Sedangkan Prof. Sanafri Awang sebagai pendiri dari FKKM mengingatkan FKKM untuk terus mendorong upaya penguatan Kehutanan Masyarakat dalam bentuk HKm, HTR, Hutan Desa dan lain-lain. Untuk itu perlu ada skenario penguatan agar hasil nyata dan kontribusinya dapat bermanfaat.

Sementara Koordinator DPN FKKM Christine Wulandari, mengatakan perubahan iklim dampaknya tidak hanya berupa bencana saja, tetapi juga ada penurunan kualitas hidup yang akan dirasakan masyarakat. Untuk itu kapasitas pengelola kehutanan masyarakat sangat dibutuhkan, banyak ruang untuk peningkatan kualitas pendampingan.

Jalannya diskusi di daerah yang sejuk ini menjadi memanas dengan banyaknya pertanyaan dan partisipasi dari peserta seminar. Peserta yang berasal dari FKKM wilayah dengan latar belakang lembaga yang berbeda membuat diskusi menjadi hangat dan penuh informasi.

Pertanyaan yang menjadi favorit adalah mengenai besaran share atau harga karbon per ton per tahun, serta kaitan insentif REDD+ yang kemungkinan diterima oleh masyarakat. Dan semua forum menyetujui bahwa kehutanan masyarakat harus terus dikembangkan dalam mendampingi masyarakat dan pemerintah untuk meng-counter para broker karbon yang kemungkinan mengambil keuntungan dari isu REDD+ ini.